Open trip semakin populer sebagai pilihan wisata yang hemat dan seru. Namun, tidak semua operator trip bisa dipercaya. Kasus pungutan liar, fasilitas tidak sesuai janji, hingga penipuan berkedok open trip masih sering terjadi. Berikut cara memilih open trip yang aman.

1. Cek Legalitas Operator

Pastikan operator memiliki izin usaha perjalanan wisata (SIUP bidang pariwisata) yang valid. Operator yang terdaftar di ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) atau PHRI lebih dapat dipercaya.

2. Baca Ulasan di Berbagai Platform

Jangan hanya percaya ulasan di website mereka sendiri. Cari ulasan di Google Maps, TripAdvisor, dan media sosial. Perhatikan pola keluhan yang berulang — itu sinyal peringatan.

3. Minta Itinerary dan Detail Fasilitas Tertulis

Operator yang profesional akan dengan senang hati memberikan itinerary lengkap, daftar fasilitas yang termasuk (akomodasi, makan, transportasi), dan yang tidak termasuk. Jika mereka enggan atau informasinya samar, waspadalah.

4. Hindari Transfer ke Rekening Pribadi

Selalu bayar ke rekening perusahaan, bukan rekening pribadi atas nama seseorang. Simpan bukti transfer dan konfirmasi booking dalam bentuk tertulis.

5. Tanya Soal Asuransi Perjalanan

Operator yang bertanggung jawab biasanya menyarankan atau bahkan mewajibkan peserta memiliki asuransi perjalanan, terutama untuk trip petualangan seperti pendakian gunung atau diving.

6. Verifikasi Guide dan Fasilitasnya

Tanya apakah guide memiliki sertifikasi resmi (HNSI untuk pendakian, SSI/PADI untuk diving). Guide bersertifikat adalah jaminan keselamatan yang tidak bisa dikompromikan.

7. Perhatikan Kuota Peserta

Trip dengan kuota terlalu besar (misalnya 50+ orang untuk pendakian gunung) biasanya kualitasnya menurun drastis. Cari operator yang membatasi peserta untuk pengalaman yang lebih personal dan aman.

Open trip yang baik adalah yang memberikan pengalaman tak terlupakan dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Jangan tergiur harga murah tanpa memeriksa kualitasnya terlebih dahulu.